Sabtu, 14 Januari 2017

MEMBUAT PATUNG SEDERHANA DENGAN TEKNIK BUTSIR DAN MERANGKAI BARANG BEKAS



BERKARYA SENI TRI MATRA: MEMBUAT PATUNG SEDERHANA DENGAN TEKNIK BUTSIR DAN MERANGKAI BARANG BEKAS



MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan Tangan
Yang Dibina oleh M. Reyhan Florean, M. Pd




Oleh Kelompok 8:
1.      Lya Dhifa Nahari              15186206167
2.      Mey Rahayuningsih          15186206170
3.      Rizki Fredia                      15186206179
4.      Frenty Wulandari              15186206189










PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI TULUNGAGUNG
NOPEMBER 2016

BERKARYA SENI TRI MATRA: MEMBUAT PATUNG SEDERHANA DENGAN TEKNIK BUTSIR DAN MERANGKAI BARANG BEKAS





MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan Tangan
Yang Dibina oleh M. Reyhan Florean, M. Pd




Oleh Kelompok 8:
1.      Lya Dhifa Nahari                    15186206167
2.      Mey Rahayuningsih                15186206170
3.      Rizki Fredia D.                       15186206179
4.      Frenty W.                                15186206189









PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI TULUNGAGUNG
NOPEMBER 2016
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “Berkarya Seni Tri Matra: Membuat Patung Sederhana dengan Teknik Butsir dan Merangkai Barang Bekas” tanpa halangan apapun.
Dalam pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1.        Ibu Rahayu Setiani, M. Pd, selaku Kepala Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang telah memberikan kesempatan dan memberi fasilitas sehingga makalah ini dapat selesai dengan lancar.
2.        Bapak M. Reyhan Florean, M. Pd, selaku dosen mata kuliah pendidikan seni rupa dan kerajinan tangan yang telah memberi kesempatan dan memfalitasi sehingga makalah ini selesai dengan lancar.
3.        Orangtua dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam pembuatan makalah ini.
Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya. Penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan ke arah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.


Text Box: Trenggalek, 12 Nopember 2016


Penulis,









DAFTAR 1SI

Lembar Judul....................................................................................................     i
Kata Pengantar..................................................................................................    ii
Daftar Isi...........................................................................................................   iii
PENDAHULUAN...........................................................................................    1
A.    Latar Belakang............................................................................................    1
B.     Rumusan Masalah.......................................................................................    1
C.     Tujuan.........................................................................................................    1
PEMBAHASAN..............................................................................................    2
A.    Patung Sederhana dengan Teknik Butsir....................................................    2
B.     Merangkai Barang Bekas...........................................................................    4
PENUTUP........................................................................................................    6
A.    Kesimpulan.................................................................................................    6
B.     Saran...........................................................................................................    6
DAFTAR RUJUKAN......................................................................................    7

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Ada banyak sekali bahan di sekitar kita yang bisa dimanfaatkan untuk membuat suatu karya seni yang bernilai tinggi. Seperti kerajinan dari tanah liat dan barang bekas yang memiliki nilai lebih dari pada kerajinan bahan yang lain.
Tanah liat banyak dipakai karena memiliki tekstur lunak dan mudah dibentuk, sehingga karya yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai estetika tapi juga memiliki nilai guna untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan kerajinan dari barang bekas saat ini sedang gencar-gencarnya diproduksi, selain karena mengurangi sampah, tetapi juga karena memilki nilai ekonomis yang tinggi jika diolah dengan tangan-tangan yang kreatif. Produk dari tanah liat dan barang bekas dibuat untuk mendapatkan nilai gunanya. Tapi ada juga karya yang dibuat hanya untuk pajangan, sehingga pembuatannya juga dititik beratkan pada nilai estetikanya.
Di sekolah biasanya siswa sering mendapat tugas untuk membuat kerajinan tangan, dan sebagian besar dari mereka merasa bingung harus membuat kerajinan apa. Padahal jika mereka mau berfikir cerdas tinggal memperhatikan benda-benda yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Karena di lingkungan kita saat ini mudah sekali dijumpai aneka jenis kerajinan salah satunya adalah kerajinan dari tanah liat dan dari barang bekas.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana penjelasan tentang patung sederhana dengan teknik butsir?
2.      Bagaimana penjelasan tentang merangkai barang bekas?

C.    Tujuan
1.      Untuk memahami penjelasan tentang patung sederhana dengan teknik butsir.
2.      Untuk mengetahui penjelasan tentang merangkai barang bekas.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Patung Sederhana dengan Teknik Butsir
1.      Pengertian Patung
Patung adalah benda tiga dimensi karya manusia yang diakui secara khusus sebagai suatu karya seni. Orang yang menciptakan patung disebut pematung. Tujuan penciptaan patung adalah untuk menghasilkan karya seni yang dapat bertahan selama mungkin. Karenanya, patung biasanya dibuat dengan menggunakan bahan yang tahan lama dan sering kali mahal, terutama dari perunggu dan batu seperti marmer, kapur, dan granit. Kadang, walaupun sangat jarang, digunakan pula bahan berharga seperti emas, perak, jade, dan gading. Bahan yang lebih umum dan tidak terlalu mahal digunakan untuk tujuan yang lebih luar, termasuk kayu, keramik, dan logam.
Pada masa lalu patung dijadikan sebagai berhala, simbol Tuhan atau Dewa yang disembah. Tapi seiring dengan makin rasionalnya cara berfikir manusia, maka patung tidak lagi dijadikan berhala melainkan hanya sebagai karya seni belaka. Fenomena pemberhalaan patung ini terjadi pada agama-agama atau kepercayaan-kepercayaan yang politeisme seperti terjadi di Arab sebelum munculnya agama samawi. Lihat juga arca. Mungkin juga dalam Hindu kuno di India dan Nusantara, dalam agama Buddha di Asia, Konghucu, kepercayaan bangsa Mesir kuno dan bangsa Yunani kuno.
2.      Pengertian Teknik Butsir
Teknik butsir adalah teknik yang dapat Membuat benda-benda seni dan kerajinan dengan menggunakan beberapa cara, antara lain memahat (carving) dan membentuk (membutsir/modeling) dan menghasilkan benda menjadi kerajinan yang berwujud 3 dimensi.
Bila bahan yang dipakai adalah bahan yang keras seperti batu, kayu, gips dan sejenisnya, kita menggunakan teknik memahat, dan alat yang dipakai adalah pahat,pisau, kikir dan palu. Bila bahan yang dipakai untuk membuat karya seni rupa bersifat plastis (lembek dan mudah dibentuk), maka kita menggunakan teknik membentuk,dan alat yang dipakai dalam teknik ini adalah sudip (butsir), pisau, tali pemotong, rol penggilas serta pahat pendukung lainnya. Sedangkan bahan yang dapat dipakai dalam teknik ini antara lain tanah liat, plastisin, bubur kertas dan sejenisnya. Selain bahan baku dan peralatannya, cara kerja membentuk dan memahat juga berbeda. Dalam kegiatan memahat, bahan yang digunakan dikurangi sedikit demi sedikit secara bertahap sehingga nantinya akan memperoleh hasil sesuai dengan yang diinginkan. Sedangkan membentuk adalah menambahkan sedikit demi terwujud sesuai dengan yang diinginkan.
3.      Langkah-langkah Pembuatan Patung Sederhana dengan Teknik Butsir:
a.       Sebelum membuat patung, kita harus membuat konsep tentang apa yang akan dibuat.
b.      Sediakan perlengkapan dan peralatan untuk membuat patung, misalnya tanah liat, tali pemotong, meja, sudip (butsir), dll.
c.       Setelah itu tanah liat yang sudah siap diolah dapat dibentuk sesuai dengan konsep yang kita inginkan, misalnya bentuk kepala.
d.      Setelah terbentuk sesuai yang diinginkan, patung tersebut dipanaskan hingga kering dan setelah kering patung dibakar.
e.       Setelah itu bisa melakukan finishing seperti memperhalus bentuk patung dan memberikan warna pada patung tersebut.
4.      Manfaat Membuat Patung pada Anak:
a.       Menumbuhkan kreatifitas pada anak.
b.      Mengembangkan fungsi otak dan rasa.
Keterampilan membentuk memerlukan koordinasi mata, tangan, dan rasa yang dimotori oleh kinerja otak. Fungsi otak kanan adalah mengembangkan cara berpikir acak atau tidak teratur dengan rasa atau intuitif serta mampu mengembangkan berpikir abstrak dan holistik. Sedangkan fungsi otak kiri, mengajarkan berpikir sekuensiak, bertahap dan teratur serta linear, sehingga masing-masing bagian pekerjaan menghendaki kinerja yang teratur dan rasional. Koordinasi otak kanan dan kiri tersebut akhirnya mempengaruhi keterampilan yang diperoleh.
c.       Anak dapat membuat karya dari tanah liat atau plastisin dengan konsep masing-masing di rumah.
d.      Mengembangkan keterampilan teknis kecakapan hidup.
Secara tidak sengaja kegiatan pengembangan membentuk yang diberikan kepada anak akan membutuhkan kecakapan yang dapat dipergunakan untuk kebutuhan hidup. Kecakapan ini disebut dengan kecakapan berketerampilan hidup. Selain itu keterampilan membentuk dengan menyusun akan melatih rasa keindahan, akan dapat dipergunakan untuk menyusun atau menata dan mengatur perabot rumah tangga.

B.     Merangkai Barang Bekas
1.      Pengertian merangkai barang bekas
Merangkai barang bekas yaitu menggabungkan barang-barang yang sudah tidak dipakai atau sampah anorganik yang dikemas dalam bentuk yang lebih menarik dan memiliki nilai estetika serta nilai guna sehingga memiliki daya jual yang tinggi dan bertujuan untuk megurangi sampah-sampah anorganik yang tidak terpakai. Contohnya, membuat kotak ATM dari kardus bekas.
2.      Alat dan Bahan dalam Pembuatan ATM dari Kardus Bekas
a.       Alat
1)      Cutter atau gunting
2)      Alat perekat
b.      Bahan
1)      Kertas kardus yang sudah tidak terpakai
2)      Kertas dari tisu gulung
3)      Uang kertas dan uang logam untuk isi dari ATM
4)      Bekas kartu nomer telepon
3.      Langkah-langkah Membuat ATM dari Kardus Bekas
a.       Membuat pola atau konsep sesuai yang diinginkan pada kardus.
b.      Ukur setiap garis supaya proporsional.
c.       Lubangi kardus yang sudah diberi tanda untuk tempat memasukkan kartu.
d.      Potong kardus sesuai pola yang telah digambar tadi.
e.       Gabungkan kardus besar dengan kertas kardus kecil yang sudah membentuk suatu pola.
f.        Antara kardus besar dan kertas kardus kecil diberi sekat untuk membedakan nilai mata uang.
g.      Sesuaikan tinggi kertas dari tisu gulung dengan tinggi sekat dan potong.
h.      Rekatkan kertas tisu gulung tersebut pada sisi lain, yang bertujuan untuk menaruh uang logam.
i.        Tutup sebagian sekat dari tempat uang kertas.
j.        Beri kardus di bawah wadah uang dengan posisi miring, supaya uang dapat menggelinding keluar.
k.      Tutup ATM yang terbuat dari kardus bekas tersebut dengan kertas kardus lain dan beri hiasan sehingga menyerupai tampilan mesin ATM sesungguhnya.
4.      Manfaat Merangkai Barang Bekas pada Anak:
e.       Menumbuhkan kreatifitas pada anak.
f.        Mengembangkan saraf motorik pada anak.
g.      Anak dapat membuat karya dari barang bekas.
h.      Anak menjadi tahu bahwa tidak selamanya barang bekas itu tidak berguna.
i.        Anak dapat belajar berbisnis dari merangkai barang bekas.















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Patung adalah benda tiga dimensi karya manusia yang diakui secara khusus sebagai suatu karya seni.
2.      Merangkai barang bekas yaitu menggabungkan barang-barang yang sudah tidak dipakai atau sampah anorganik yang dikemas dalam bentuk yang lebih menarik dan memiliki nilai estetika serta nilai guna sehingga memiliki daya jual yang tinggi dan bertujuan untuk megurangi sampah-sampah anorganik yang tidak terpakai.

B.     Saran
1.      Guru harus mampu menguasai teknik membuat patung, sehingga dapat maksimal dalam mengajarkan pembelajaran tentang membuat patung.
2.      Guru harus mampu berkarya dengan memanfaatkan barang bekas, supaya barang bekas dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.














DAFTAR RUJUKAN

Anonim. 2015. Kerajinan dari Tanah Liat yang Mudah Dibuat, (online), http://sarungpreneur.com/kerajinan-dari-tanah-liat-yang-mudah-dibuat/.html, diakses 11 November 2016.
Novikasari, Meli. 2012. Membentuk dan Manfaatnya Bagi Anak Usia Dini, (online), http://melyloelhabox.blogspot.co.id/2012/10/membentuk-dan-manfaatnya-bagi-anak-usia.html, diakses 12 November 2016.
Santi. 2015. Teknik Butsir, (online), https://www.scribd.com/doc/256880887/Teknik-Butsir.html, diakses 11 November 2016.
Wikipedia. 2016. Patung, (online), https://id.wikipedia.org/wiki/Patung.html, diakses 11 November 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar